Nama : Abdiansyah Tone
NIM : 236270030
TOGAF (The Open Group Architecture Framework) adalah framework atau kerangka kerja standar yang digunakan untuk merancang, merencanakan, membangun, dan mengelola arsitektur perusahaan (Enterprise Architecture) secara sistematis
Fungsi utama
Memberikan pedoman, struktur proses, dan artefak yang membantu organisasi dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan teknologi informasi yang mendukungnya.
Komponen utama
- Architecture Development Method: merupakan inti proses pengembangan arsitektur.
- Architecture Content Framework: struktur untuk mengelola artefak arsitektur
- Enterprise Continum: repositoryi aset arsitektur untuk reuse.
- Reference Models: model acuan yang mendukung konsistensi dan percepatan
Karakteristik
Generik dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap organisasi
- Mendukung keseluruhan domain arsitektur
- Berorientasi pada siklus iterative, bukan pendekatan satu kali linier
Metode Pengembangan Arsitektur / Architecture Development Method (ADM)
Metode ini merupakan inti dari TOGAF, yaitu sebuah proses langkah-demi-langkah dalam mengembangkan arsitektur enterprise dari kondisi sekarang menuju target sesuai kebutuhan bisnis.
Struktur
ADM terdiri dari sejumlah fase yang saling terkait secara iteratif:
Preliminary Phase
Persiapan organisasi untuk kegiatan EA: menetapkan kapabilitas arsitektur, prinsip, tata kelola, dan ruang lingkup kerja arsitektur
Phase A - Architecture Vision
Menentukan visi dan ruang lingkup arsitektur; mengidentifikasi pemangku kepentingan dan kebutuhan awal.
Phase B - Business Architecture
Mengembangkan model arsitektur bisnis yang mendukung visi dan strategi organisasi.
Phase C - Information Systems Architectures
Mencakup Data Architecture dan Application Architecture: merancang struktur data dan aplikasi yang dibutuhkan.
Phase D - Technology Architecture
Membangun arsitektur teknologi (infrastruktur TI) yang mendukung aplikasi dan data.
Phase E - Opportunities & Solutions
Mengidentifikasi peluang, solusi, dan inisiatif implementasi yang bisa diterapkan.
Phase F - Migration Planning
Menyusun rencana migrasi dari kondisi saat ini ke target arsitektur yang sudah disetujui; menciptakan roadmap.
Phase G - Implementation Governance
Memastikan implementasi arsitektur sesuai dengan desain dan prinsip arsitektur melalui mekanisme tata kelola.
Phase H - Architecture Change Management
Mengatur perubahan arsitektur setelah implementasi; menyesuaikan arsitektur sesuai kebutuhan yang berkembang.
Requirements Management (Berkelanjutan)
Fase yang berjalan sepanjang ADM untuk memastikan bahwa semua kebutuhan arsitektur diidentifikasi, dikelola, dan dipenuhi di setiap fase.
Karakteristik
- Pendekatannya iterative & iterative, memungkinkan revisi dan penyempurnaan secara terus-menerus.
- Dapat disesuaikan (tailored) tergantung kebutuhan organisasi.
- Menghasilkan artefak arsitektur yang kaya (dokumentasi, blueprint, roadmap implementasi).
EmoticonEmoticon