Porter Competitive Advantage menjelaskan bagaimana perusahaan bisa bersaing dengan menciptakan nilai lebih bagi pelanggan melalui tiga strategi umum, diantarnya Kepemimpinan Biaya (Menjadi produsen termurah), Diferensiasi (menawarkan produk unik), dan Fokus (melayani segmen pasar khusus), baik dengan biaya rendah atau diferensiasi.
Sedangkan Value Chain adalah rangkaian aktivitas yang saling terkait dalam suatu perusahaan untuk menciptakan produk atau layanan bernilai bagi pelanggan, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, pemasaran, hingga layanan purna jual.
Ada 5 Kekuatan Kompetitif Porter's Five Forces, diantarnya:
Ancaman Pendatang Baru (Threats Of New Entrants)
Ancaman pesaing tidak hanya datang dari para kompetitor lama. Seiring dengan berkembangnya usaha, munculah kompetitor baru. Masuknya pemain baru dalam industri akan membuat persaingan menjadi ketat yang pada akhirnya dapat menyebabkan turunnya laba. Hal ini berkaitan dengan seberapa mudah pendatang baru untuk ikut berkompetisi dalam persaingan usaha sejenis.
Ancaman Produk atau Jasa Pengganti (Threat of Substitutes)
Merupakan barang atau jasa yang dapat menggantikan produk sejenis. Adanya produk atau jasa pengganti akan membatasi jumlah laba potensial yang didapat dari suatu industri. Makin menarik alternatif harga yang ditawarkan oleh produk pengganti, makin ketat pembatasan laba dari suatu industri.
Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers)
Daya tawar pembeli pada industri berperan dalam menekan harga untuk turun, serta memberikan penawaran dalam hal peningkatan kualitas ataupun layanan lebih, dan membuat kompetitor saling bersaing satu sama lain. Hal ini berkaitan dengan kemampuan konsumen untuk dapat mempengaruhi harga jual barang sehingga menjadi lebih rendah.
Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers)
Pemasok dapat menggunakan kekuatan tawar menawar terhadap pembeli dalam industri dengan cara menaikkan harga atau menurunkan kualitas produk atau jasa yang dibeli. Perusahaan berusaha mendapatkan harga semurah mungkin dengan kualitas yang tinggi.
Persaingan dalam Industri Sejenis (Rivalry of Competitors)
Persaingan antar pesaing dalam industri yang sama ini menjadi pusat kekuatan persaingan. Kompetitor dalam hal ini adalah industri yang menghasilkan serta menjual produk sejenis, yang bersaing memperebutkan pasar yang sama. Kompetisi yang terjadi dalam industry sejeni biasanya terjadi dari segi harga, kualitas produk, pelayanan purna jual, yang semua hal tersebut membentuk nilai tersendiri di benak konsumen.
External Value Chain (Rantai Nilai Eksternal)
External Value Chain adalah rantai nilai yang terjadi di luar perusahaan, yaitu aktivitas yang melibatkan pihak-pihak eksternal seperti pemasok (supplier), distributor, dan pelanggan. Fokusnya adalah bagaimana perusahaan menciptakan dan menyampaikan nilai dengan bekerja sama dengan pihak luar.
External Value Chain biasanya mencakup 3 bagian utama:
Supplier Value Chain
Ini adalah rantai nilai milik pemasok yang menyediakan bahan baku atau komponen.
Aktivitas penting dalam Supplier Value Chain:
- Pengadaan Bahan Baku oleh supplier
- Produksi awal/ komponen yang dikirim ke perusahaan
- Transportasi & logistik menuju perusahaan
- Kualitas bahan baku yang memengaruhi kualitas produk perusahaan
Tujuan nya yaitu untuk mendapatkan input kualitas tinggi dengan harga dan waktu yang efisien.
Company Value Chain (Internal)
Company Value Chin merupakan mata rantai yang terhubung antara pemasok dan pelanggan.
Aktivitas dalam companya value chain:
- Menerima bahan baku dari supplier
- Memprosesnya menjadi produk jadi
- Melakukan pemasaran, penjualan, dan distribusi
Tujuannya adalah untuk mengubah input menjadi output dengan nilai tambah tinggi
Channel & Customer Value Chain
Ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh distributor, retailer, dan pelanggan.
Aktivitasnya:
- Distribusi produk ke pasar (oleh distributor atau retailer)
- Penjualan ke pelanggan akhir
- Penggunaan produk oleh pelanggan
- Feedback pelanggan yang memengaruhi perbaikan produk
Menyampaikan nilai kepada pelanggan dengan cepat, efektif, dan memuaskan
Adapun peran SI/TI dalam Value Chain, diantaranya:
- Meningkatkan Efisiensi Operasional
- Meningkatkan Kualitas Informasi
- Meningkatkan Koordinasi Antar Bagian
- Mengurangi Biaya dan Pemborosan
- Mendukung Inovasi Produk dan Layanan
- Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
- Meningkatkan Keunggulan Kompetitif
- Mendukung Pengambilan Keputusan Strategi
EmoticonEmoticon